Tulisan ini ga akan bercerita tentang hal-hal aneh atau unik yang media elektronik biasa ceritakan, Dan ga akan seaneh cerita mistery dua dunia atau bukan dunia lain. Ini hanya tentang apa yang ada didalam kepala saya. Banyak teman bilang saya suka berkhayal, yups mereka betul. Saya suka berkhayal seperti membangun perusahaan setelah selesai kuliah, membuat listrik tenaga angin di pesisir cirebon, membuat motor tenaga matahari, menjadi walikota cirebon, dan banyak lain khayalan-khayalan yang membuat saya tidak bisa tidur saat saya memikirkannya.
Otak ini tidak berhenti berpikir tentang kemungkinan apa yang bisa saya buat, walaupun terkadang saya selalu terbatas akan ilmu yang saya miliki. Saya selalu ingin membuat sesuatu, ingin menciptakan walau kadang itu imposible balik lagi karena ilmu yang saya miliki sekarang. Tapi itu tidak menutup kemungkinan terjadi dimasa depan, who’s know about future? Mistery itu lah yang membuat hidup lebih seru. Saat dimana manusia sebagai mahluk yang tidak pernah puas akan sesuatu mencari kemungkinan akan masa depannya.
Kebanyakan dari teman-teman saya yang selalu meilhat saya cenge-ngesan dalam kesaharian akan selalu berkata aneh saat saya bercerita tentang salah hal yang ada didalam otak saya. Yups! kita selalu menilai dari apa yang terlihat oleh mata tanpa mempertimbangkan nilai dari setiap indra lainnya. Kita terlalu mudah tertipu oleh kiasan, tertipu dengan hal yang indah dan menyenangkan. Saya punya dunia didalam otak saya, dunia yang tak terbatas itu itu kenapa nama blog ini batas dunia, karena ternyata dua itu tak terbatas.
Otak kita yang membatasi dunia kita, otak kita yang menciptakan dunia kita. Saya bukan dari keluarga berkecukupan, tapi dari semua kekurangan yang saya rasa membuat saya berpikir keras mencari cara untuk melampau tembok keterbatasan. Selalu mencari cara betahan dan keluar dari keterbatasan, dan saya yakin kita semua bisa, asal kita tidak cepat berpuas diri. Tidak cepat membuat status atau kalimat dalam 140 karakter tentang nasib buruk yang menimpa, menganggap masalah kita yang paling berat dibanding yang lain, merasa semua orang harus peduli dan perhatian pada kita.
Ternyata itu salah satu bad efek yang di hasilkan dari sosial media. Kita terlalu cepat menggambil keputusan akan apa yang menimpa kita tanpa melihat dan mempelajari hikmah dari masalah tersebut. Kita terlalu sibuk saling membenar-salahkan sesama dan merasa yang paling benar tanpa memperdulikan yang lain. Terlalu semangat akan hal yang belum kita pahami betul maksudnya dan hanya terlena pada yang tersurat tanpa melihat yang tersirat didalamnya.
Menjadi mahluk kebanyakan menjadi hal yang diinginkan tanpa memperdulikan perbedaan yang membuat itu lebih indah. Menjadi berkilau dan mempesona dengan menutupi semua lubang yang dapat memberikan pelajaran akan kekurangan. Kadang saya benci denga semua hal itu, tapi saya tersadar ternyata semua yang terjadi menjadi hal yang mengasikan untuk diperhatikan. Dimana yang seharusnya bersatu menjadi saling mangadu, kekerasan menjadi hal wajib tanpa memperdulikan keharmonisan.Hei!! that’s it. yaa itu ternyata manusiawi, kita menjadi manusiawi dengan cara tersebut.
Dengan cara saling melukai dan menjatuhkan, dengan cara mensalahkan dan menjadi yang paling benar. Terkadang menjadi salah itu indah, indah saat kita belajar dari kesalahan itu. Kita terlalu sedikit menerima data saat mengambil keputusan, hanya menerima data dari sudut pandang kita sendiri tanpa melihat dari sudut pandang lain yg mungkin bisa menyadarkan akan nilai baru yang bisa kita pelajri.
Buat teman-teman saya, 524 kata diatas akan membuat mereka merasa aneh saat melihat saya, seorang pemalas yang suka tidur dan selalu bersikap cuek akan sekitarnya dapat menulis kata yang bahkan tidak mungkin dia mengerti sendiri. Aneh yaa ??
note : coba lihat yang tersirat tidak hanya yang tersurat.





